Terbiasa

Bisa karena terbiasa.

Pun aku, yang bisa menyimpan rasa ini rapat-rapat karena terbiasa untuk tidak menunjukkanya.

satu hari…

dua minggu…

satu bulan…

hingga berbulan-bulan…

Awalnya aku fikir ini hanya masalah waktu.

Bak mimpi buruk yang walaupun seseram apapun akan masih tetap menjadi sebuah mimpi. 

Mimpi yang pasti akan berakhir.

Aku fikir aku kuat.

Kuat untuk melawan emosionalnya hati ini.

Hingga aku sampai di titik akhir mimpi.

Aku fikir ini yang dinamakan kesepian.

Tidak memiliki tempat untuk bersandar atau sekedar bercengkrama.

Tidak butuh cinta,

Hanya butuh seorang untuk menggantikannya.

Agar tidak sendiri.

Agar tidak sepi.

Tapi fikiranku salah, fikiranku sia-sia.

Waktu tidak meleburkan semuanya.

Kekuatan tidak bersarang kokoh di diriku.

Kesepian tidak pernah menghampiriku sekali pun.

Ini cinta.

Dan aku hanya sudah terbiasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s